Hydrocepalus dan Indonesia Sehat

masih ingat kah anda dengan visi Departemen Kesehatan RI terkait indonesia sehat? kalo udah lupa mari gw ingatkan kembali. Depkes RI mempunyai visi untuk indonesia masa depan adalah indonesia sehat 2010.

seingat gw, itu slogan dicanangkan pada tahun 2000 atau 2001. tapi hingga hari ini, kalo lihat kalender tahun berapa sekarang? yup, 2010. bagaimana realisasi nya slogan Depkes RI ‘indonesia sehat 2010’ itu? masih jauh dari harapan.

untuk mencapai indonesia sehat 2010, ideal nya tidak adalagi masyarakat yang sakit. kalau pun ada yang sakit, harus tertangani dengan baik di rumah sakit atau puskesmas. namun hingga hari ini, media massa baik cetak maupun elektronik masih aja memberitakan tentang masyarakat miskin yang terlantar, tidak mendapatkan layakan kesehatan dengan baik.

bahkan berita yang mengejutkan adalah, seorang bayi penderita Hydrocepalus terpaksa menginap di emperan sebuah masjid akibat di tolak oleh rumah sakit, karena orang tua nya miskin dan tidak punya kartu asuransi kesehatan atau kartu keluarga miskin (kartu Gakin). berita terkait bayi tersebut dapat di lihat disini.

untuk menuju indonesia sehat, ada 4 (empat) faktor yang harus disiapkan. yaitu, kualitas pelayanan kesehatan, perilaku masyarakat, lingkungan, perbaikan gizi masyakat.

pertama, kualitas pelayanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, kartu miskin). kualitas rumah sakit, puskesmas harus dalam kondisi baik. termasuk juga kualitas dokter dan para perawat yang bekerja di dalam nya, mereka harus profesional. jumlah tempat tidur untuk rawat inap juga harus cukup dan harus ada tempat tidur cadangan utuk antisipasi outbreak atau kejadian luar biasa (KLB).

kedua, perilaku masyarakat. masyarakat harus di ajarkan bagaimana hidup yang bersih dan sehat. program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus sering di sosialisasikan. salah satu bagian dari PHBS adalah, mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, membuang sampah di tong sampah bukan di kali atau sungai, ventilasi harus ada di setiap rumah, dll.

ketiga, lingkungan sekitar pemukiman masyarakat. penyakit dapat timbul dari lingkungan yang kotor. kebanyakan masyarakat miskin yang menjadi pasien di rumah sakit tinggal di daerah kumuh dan padat penduduk. ventilasi dan sanitasi menjadi masalah utama. kurangnya sarana air bersih dan MCK (mandi, cuci, kakus) memperparah tingkat kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah kumuh dan padat penduduk tersebut.

keempat, perbaikan gizi masyarakat. penderita hydrocepalus biasanya akibat kurang gizi. hal ini terjadi karena Ibu sang bayi penderita hydrocepalus tidak memiliki uang yang cukup untuk memberikan makanan padat gizi untuk calon bayi nya.

tahun sudah berganti, pemerintah juga sudah berganti. namun masyarakat miskin tetap tak terabaikan. apakah masyarakat miskin tidak boleh sakit?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: