“bonek” vs mahasiswa

Siapa yang tidak tahu “bonek”? Kalau anda tidak tahu, saya akan coba bantu tuk mengenalkan siapa sebenarnya bonek. Bonek, adalah singkatan dari bondo (modal) nekat, sebutan untuk supporter klub sepakbola asal kota Surabaya, Persebaya.

mengapa Bonek begitu terkenal? mereka terkenal bukan karena prestasi nya, namun akibat ulah anarkis yang mereka tunjukkan setiap kali mendukung kesebelasan kesayangan nya. seperti yang terjadi baru-baru ini. ketika Persebaya bertemu dengan Persib Bandung. Pertandingan yang berlangsung di stadion Jalak Harupat Bandung, memberikan kekalahan telak pada klub Persebaya. tindakan anarkis seperti merusak, menjarah dan melempari orang sekitar sudah di lakukan oleh bonek saat akan berangkat ke Bandung. tercatat beberapa orang terluka termasuk wartawan akibat terkena lemparan batu di stasiun Purwosari, Solo. PT. KAI juga menderita kerugian sekitar 50 juta akibat kerusakan kereta termasuk statiun yang di akibatkan oleh aksi anarkis para bonek.

pertanyaan sekarang timbul, mengapa bonek masih di izinkan untuk datang mendukung klub Persebaya? apakah pihak kepolisian tidak melihat kerusakan yang bonek timbulkan?

seharusnya tindakan tegas di berikan kepada para bonek, seperti halnya the Jakmania. supporter klub Persija Jakarta yang di larang oleh kepolisian untuk mendukung klub kesayangannya dalam tiap pertandingan. sehingga dalam beberapa pertandingan Persija, selalu sepi supporter.

kalau berdiskusi tentang mobilisasi massa, tak seru jika tidak membahas mahasiswa yang suka berdemo. bagaimana reaksi polisi menghadapi mahasiswa yang berdemo? apakah dapat di samakan mobilisasi massa antara bonek dan mahasiswa?

reaksi polisi terhadap mahasiswa jelas berbeda dengan menghadapi bonek. dalam setiap mobilisasi massa terutama mahasiswa, polisi selalu bersikap represive. tak jarang ada mahasiswa yang terluka akibat pukulan pentungan polisi atau di tahan akibat di duga anarkis. tapi bagaimana dengan bonek? hampir tak ada yang di tahan akibat penjarahan, perusakan fasilitas umum atau bahkan pemukulan orang.

seingat gw, kasus mobilisasi massa yang melibatkan mahasiswa dan berujung dengan kematian adalah tragedi Trisakti 1998. empat orang mahasiswa meninggal di terjang peluru aparat. apakah ada bonek yang tewas akibat di terjang peluru aparat? tidak ada kawan..

lantas mengapa aparat begitu “keras” terhadap setiap demo yang di lakukan oleh mahasiswa, tapi “lembek” terhadap bonek?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: