anak jalanan tangung jawab siapa?

siapa yang perduli dengan mereka, anak-anak usia sekolah yang berada di jalanan. tanpa ada kasih sayang orang tua, tanpa ada tangan kekar yang melindungi mereka kala bahaya datang. mereka selalu menjadi korban baik eksploitasi, seksual juga kekerasan. tak ada yang pernah perduli dengan nasib mereka. seakan mereka terkutuk ketika di lahirkan.

salah siapa mereka berada di jalanan? orang tua nya kah, kemiskinan kah atau ketidak perdulian masyarakat sekitar akan nasib anak jalanan di lingkungan mereka. ataukah tanggung jawab pemimpin negara tempat mereka bernaung?

undang-undang yang telah usang mengatur tanggung jawab orang miskin dan anak jalanan. Begini bunyinya pasal 34 UUD 1945:

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara
(2) Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

tapi bagaimana kenyataan nya? negara lebih memilih memakmur dan menggemukkan pemerintah dan anggota dewan daripada memakmurkan orang miskin dan anak terlantar. negara sebenarnya tidak usah memberikan dana tiap bulan untuk masing-masing kepala orang miskin dan anak jalanan. negara cukup memberikan anak jalanan pendidikan, kebutuhan sandang, pangan dan papan mereka terpenuhi.

sebuah kebutuhan dasar yang simple untuk di realisasikan. tapi negara memilih untuk mengingkari amanat undang-undang 45 tentang anak terlantar di jalanan. negara memilih untuk mendanai (bailout) bank yang sebenarnya tidak layak di beri dana. atau juga negara lebih memilih memberikan para pejabat mobil mewah dan memperbaiki pagar istana sang raja ketimbang memperbaiki sekolah.

apakah ini salah satu cara untuk pembodohan rakyat? atau memang rakyat miskin dilarang hidup di negeri ini? atau para pemimpin negeri ini telah lupa, bahwa jabatan yang mereka genggam adalah amanah yang harus di pertanggung jawabkan nanti. bukan hanya di hadapan rakyat, tapi juga di hadapan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: