ke bandung bareng vebia (lagi)

jam di tangan kiri gw menunjukkan pukul setengah delapan malam, hari ini jum’at tanggal dua puluh sembilan tahun 2009. posisi gue sedang berada di warung internet di jalan …. (gw lupa nama jalannya) hehehe..:mrgreen: yang pasti di bawah underpass tamansari dan kebon bibit bandung.

entah berapa bulan sudah gue tidak bersilaturahmi dengan kitong. Facebook telah membuat gue melupakan kitong sesaat.

‘maafkan gue ya kawan, sering melupakan lo. padahal kalo gue lagi down, lo selalu ada buat gue..’

terucap kata maaf lirih buat kitong. mungkin gue emang egois, semudah itu melupakan kitong. hal serupa mungkin Tuhan berikan kepada ku, ‘nyonya’ pergi meninggalkan gue. ‘nyonya’ kecewa akan sikap gue yang terlalu cuek dan ‘dingin’ terhadapnya.

sebenarnya ‘nyonya’ cuma harapkan sikap hangat gue, kala dia menyambut gue atau kala gue menjemputnya di tempat nya bekerja. tapi semua telah berlalu.šŸ˜¦

gue coba tuk menenangkan diri ini, salah satu pelampiasan duka gue adalah berjalan-jalan dengan vebia. vespa biru gue tercinta, yang sudah bertahun-tahun setia menemani gue. rute nya memang tidak jauh, hanya jakarta (depok) ke bandung. hanya untuk refreshing aja dari semua kepenatan kota.

sebenarnya gue mencoba tuk hapus duka dengan konsentrasi dengan kerjaan di kantor. tapi sepertinya, gue emang gak jodoh dengan kerjaan di kantor. sering gue merasa di kejar – kejar oleh kerjaan. layak nya hantu yang terus membuntuti gue, kemanapun gue melangkah.

akhirnya gue putuskan tuk ‘damai’ sesaat dengan penat nya rutinitas kerjaan di kantor.

‘damn, i need fresh air for a breath..’ ucap gue dalam hati. kala memutuskan tuk ke bandung bersama vebia (lagi).

memang ini adalah kedua kali nya gue ke paris van java bersama vebia. pertama gue ke kota kembang, dikarena kan gue ingin membuktikan bahwa gue bukan anak mami, tapi anak vespa.šŸ˜›

perjalanan kali ini memang agak ‘sakit’ karena, gue baru berangkat dari rumah jam telah menunjukkan pukul 3 sore. dengan prediksi lima jam di perjalanan, maka kemungkinan tiba di kota kampus ITB itu jam delapan malam.

lampu vespa memang menjadi kendala untuk jalan malam. memang lampu vebia agak redup, karena tidak menggunakan accu untuk sumber energi nya, melainkan menggunakan dinamo.

perjalanan di mulai, mengunakan rute yang sama. yaitu depok – bogor – tajur – ciawi – puncak – tapal kuda – cianjur – padalarang – cimahi – bandung. namun kali ini, gw mengajak KLB (kitong little brother). sebenarnya sih bisa aja berangkat sendiri, tapi gue pikir gak ada salahnya mengajak KLB biar seru aja.

dugaan gue bener, ternyata seru juga ke bandung bersama KLB. karena sempet merasakan makan-makan di pinggir jalan, satu hal yang hampir tidak pernah gue lakuin.

menjelang naik ke puncak, KLB mengajak gue untuk makan BaSet (Bakso Setan). awalnya gue kira ini bakso super pedes. karena gue kira, baset masih sodaraan dengan rawon setan. ternyata gue salah besar. BaSet adalah bakso sebesar bola tenis (lebih gede dikit deh) yang isi dalamnya bukan telor ayam, tapi daging cincang / kornet. enak, udah pasti lah..:mrgreen:

ok, setelah ngeden berkali – kali karena kelebihan beban. akhirnya vespa tahun 1973 gue yang bernama vebia tiba di kota cianjur. karena adzan magrib telah memanggil, gue sandarkan vespa gue di sebuah masjid. membiarkan vebia istirahat sesaat, dan gue melaksanakan kewajiban gue. sholat coy..

usai sholat, perjalanan kembali di mulai. putaran roda vespa mengiringi deru debu yang tertinggal. gelap jalan panjang terus gue lalui, hanya cahaya lampu redup membuka jalan itu. hamparan sawah yang terbelah oleh jalan, tak terlihat karena terselimuti hitamnya malam.

jembatan citarum terhampar di depan mata, terlihat sisa kejayaan jalan itu di masa lalu. pintu tol dan marka jalan hanya teronggok tak berarti. untuk menujukkan bukti perjalanan, kami berfoto di marka jalan cianjur coret (cianjur). sebagai tanda kami telah meninggalkan kota cianjur.

gerbang kota bandung barat menyambut kami. melihat kalimat yang tertera di gerbang itu, dulu pertama kali ke bandung via cianjur. gue sumringah,

‘udah sampe kota bandung.. ujar gue’

ternyata gue salah, kota bandung masih jauh banget, kira-kira ada satu sampai dua jam perjalanan lagi. padalarang, cipatat adalah kota yang harus gue lewati.

kontur jalan yang mirip puncak kembali memaksa vebia bekerja extra. begitu juga dengan beberapa truck pembawa batu kapur dan marmer terus menghambat perjalanan gue. dengan semangat membara, gue maju terus tanpa perdulikan halangan yang ada…

setelah melewati kabupaten kota cimahi, gw tiba juga di bandung. niat nya sih mau langsung ke buah batu (rumah nenek gue), pengen rebah di atas kasur empuk. gak taunya gue malah nyasar, jadi kepaksa keliling kota bandung beberapa saat.

setelah bertanya ke tukang angkot, gw dapat rute yang tepat untuk ‘pulang’. ternyata gue masih belom bisa langsung ‘pulang’ karena lagi-lagi salah jalan:mrgreen: aneh deh, seneng banget nyasar…

akhirnya tiba juga di rumah nenek.. suenengnya, udah malam juga coy. abis makan, gue dan sodara-sodara keluar untuk mencari SuMur (susu murni) masih di jalan buah batu. ternyata babe penjual sumur sedang off, jadi kami mencari sumur di dekat rumah aja. pagi nya gue sarapan kupat tahu bandung.

kupat tahu bandung berbeda dengan kupat tahu magelang yang selama ini gue sering santap waktu sekolah di solo. kupat tahu bandung hampir sama dengan ketoprak, yakni mengunakan saus kacang. sedangkan kupat tahu magelang menggunakan saus gula merah bercampur cuka dan cabai. kalo gak salah ya, karena gue bukan koki..šŸ™‚

malam berikutnya kami habiskan untuk menikmati kota bandung dari roemah kopi. sebuah rumah yang menjelma menjadi kedai kopi. roemah kopi terletak di daerah dago pakar.

jujur gue merasakan reborn, ketika kemarin menghabiskan waktu di bandung. walau gue menginginkan kebebasan, entah mengapa gue sangat rindu dengan keluarga gue di jakarta.

hape gue berdering, ketika gue mengendarai vespa gue menuju roemah kopi ternyata dari Ibu. ada apaan nich, jarang-jarang Ibu gue menelpon gue kalo lagi keluar rumah.. ternyata Ibu cuma mau tau apakah gue pulang malam itu atau tidak..šŸ˜¦šŸ˜„šŸ˜„

tunggu kelanjutan kisah gue di bandung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: