udara jakarta

Bangun pagi ku harap senyuman manis mu mentari
Ku harap segarnya udara pagi menyambut ku
Namun ternyata semua itu tidak ada, entah kemana?

Bukan hangat mentari, namun terik matahari menyegat ku
Ku basuh wajah ini, berharap segarnya air meluruhkan jiwa ku
Dimana segarnya air itu, tak kurasakan semua itu

Keluar ku dari ruang sempit dalam gang padat
Udara jakarta menyambut sinis
Memaksa ku tuk terbatuk, asap hitam knalpot tertawa lebar
Rehat sejenak di halte, asap rokok membius ku
Pikir ku dimanakah peraturan itu, pelarangan rokok
Mandulkah peraturan itu??

Ingin ku teriak, ku ingin udara jakarta bersih
Mulut ku seakan terbungkam
Nyali ku menciut tak mampu ungkapkan isi hati
Tangan ku langsung membungkam hati dan otak ku

Ku benci semua seremoni itu
Seremoni menanam pohon tuk udara ku
Seremoni palsu
Pembalak liar riang berlari – lari
Terus membawa isi bumi

Segarkan udara jakata ku
Kurangi penggunaan kendaraan bermotor…
Slogan itu terus berteriak di tengah hiruk pikuk jakarta
Seakan tanpa makna, mencoba mewarnai kotornya udara jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: