Berkendara dengan aman

Apakah anda pernah tabrakan ketika berkendara?πŸ™„ Kalo menabrak mungkin jarang, tapi bagaimana kalau di tabrak oleh orang lain? Mungkin anda atau kendaraan anda pernah merasakannya.

Mengapa tabrakan kendaraan harus terjadi? Bagaimanakah supaya tidak di tabrak atau bagaimana berkendara yang aman? Cara nya adalah mengemudi kendaraan secara defensive atau bertahan.:mrgreen:

Berikut penjelasannya tentang mengemudi secara defensive. Definisinya adalah Mengemudi dengan selamat yang tujuannya menghemat waktu, uang dan menyelamatkan nyawa, walaupun kondisi sekitar anda tidak menunjang. kok bisa sih?πŸ™„

Kondisi sekitar tidak menunjang, contohnya adalah cuaca hujan deras, jalanan licin, berkabut, macet, dll.

Seorang pengemudi defensive seperti apa sih? mengemudi tanpa kecelakaan, tidak melanggar peraturan lalu lintas (UU no. 14 tahun 1992), tidak merusak kendaraan, dapat mengatur waktu, sopan santun waktu mengemudi.

Berikut 5 Key of Defensive Drive (5 kunci pengemudi defensive) by Smith System.
Aim high in steering
Get the big picture
Keep your eyes moving
Leave your self an out
Make sure they see you

Penjelasannya adalah Aim high in steering adalah kemampuan untuk melihat dan menganalisa objek atau keadaan dalam jarak pandang.

Get the big picture adalah ketika di belakang kemudi, anda harus mendapatkan pandangan yang luas. Tidak cuma dari depan tapi juga kiri, kanan dan belakang kendaraan anda. Bagaimana caranya, dengan melihat spion kiri, kanan dan tengah beberapa kali. Mata ditinggikan bila ada putaran dan tikungan.

Keep your eyes moving adalah menggerakkan mata sekurang-kurangnya 2 detik. Ketika berada di belakang stir atau kemudi, tidak boleh terdiam dalam memandang satu objek.

Leave your self an out, memberikan ruang untuk kendaraan anda ketika berhenti. Membuat jarak aman dengan kendaraan yang ada di depan. Jadi kalau kendaraan di depan anda sedang mogok atau pecah ban, anda dapat segera keluar dari masalah tersebut.

Make sure they see you, memastikan pengemudi kendaraan lain mengetahui posisi kendaraan anda. caranya adalah dengan mengkomunikasikan. Menggunakan klakson ketika berada di perempatan atau keluar gang, segera menekan rem agar lampu rem menyala ketika berhenti.

Selain 5 cara mengemudi defensive itu tadi, ada faktor penting yang juga menentukan dalam berkendara. Yup, keletihan. Kadang kita sering mengabaikan kondisi fisik kita ketika mengemudi. Apakah sedang fit atau sedang letih bahkan mengantuk.

Penyebab keletihan antara lain, aktifitas fisik yang berlebihan, sinar, temperatur, lingkungan, makanan dan mental.

Semua sepakat, kalau aktifitas fisik yang berlebihan, temperatur, lingkungan dan makanan merupakan faktor penyebab keletihan. Tapi bagaimana dengan faktor mental dan sinar?

Terkadang kondisi mental yang sedang tertekan, sedih, marah, kesal juga mempengaruhi psikologis seseorang. Hal itulah yang sering kali menyebabkan orang letih. Sedangkan sinar, mata akan menjadi cepat letih ketika sering terpapar / terkena sinar. Baik sinar matahari atau pun sinar lampu kendaraan orang lain.

Bagaimana menyikapi keletihan ketika berkendara? Hal pertama yang harus dilakukan adalah apakah perjalanan ini penting? Bagaimana kondisi fisik? Selanjutnya periksa kondisi kendaraan dan route yang akan di lalui, apakah rawan banjir atau longsor dll.

Terakhir adalah mengemudi sesuai kondisi. Jika anda letih atau mengantuk😯 , segera beristirahat. Jangan paksakan untuk terus berkendara.πŸ™‚

semoga bermanfaat..:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: