Sertifikat Halal MUI

Pernah gak anda menanyakan kepada penjual makanan atau minuman tentang sertifikat Halal makan tersebut? Kalau anda seorang non-muslim, hal tersebut tidak akan anda lakukan atau permasalahkan. Namun jika anda seorang muslim, hal tersebut wajib (harus) anda lakukan. Untuk memastikan makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anda adalah makanan yang halal.

kenapa sih kok ribet banget ya?

Karena dalam ajaran agama Islam, setiap pemeluknya di wajibkan untuk makan makanan yang Halal dan baik. Makanan yang halal, adalah makanan yang dari cara penyajian nya hingga mengolahnya dengan cara yang baik dan tidak terkontaminasi hal yang menyebabkannya jadi haram.

Bingung deh?

Penjelasannya adalah sebagai berikut, misalnya anda datang ke rumah makan / restoran yang menyediakan masakan berbahan daging sapi. Pertama anda pastikan daging sapi yang akan di masak, berasal dari sapi yang sehat, tidak sakit dan di sembelih, tidak mati di pukul atau di tembak. Kemudian ketika disembelih, pastikan mengucapkan “Basmalah”. setelah di sembelih, pastikan tidak ada darah yang menggumpal di dalam tubuhnya, atau pastikan semua darah sapi tersebut sudah terbuang. Ketika hendak mengolah daging sapi tersebut, pastikan wajan atau panci tidak mengandung unsur yang najis. Misalnya sabun untuk mencuci wajan atau panci tidak terbuat dari lemak babi. Atau minyak untuk memasak tidak mengandung lemak babi atau alkohol (bir / wiski).

Begitu juga dengan yang orang yang akan menyantap daging sapi tersebut. Kalau sebagai pembeli, diharuskan untuk tidak menggunakan👿 uang haram👿 untuk membayarnya.

Untuk mencari makanan yang halal, ternyata susah-susah gampang. Awalnya mudah, karena ada sertifikasi dari MUI (majelis ulama indonesia) dan label Halal. Tapi kadang itu tidak cukup, sebaiknya anda tanyakan langsung kepada penjual makanan tersebut, apakah memiliki sertifikat Halal MUI. Sebagai contoh beberapa perusahaan makanan yang telah menerima sertifikat Halal MUI.

semoga info ini bermanfaat untuk anda dalam mencari makanan yang halal.:mrgreen:

5 Tanggapan to “Sertifikat Halal MUI”

  1. ibarat penyitaan minuman keras.
    tanya : Kenapa disita Pak ?
    Polish : Tidak ada izinnya
    tanya : oh…
    Dia bingung, ternyata hanya karena izin saja kok. Bukan karena apa-apa.
    bukan karena haram…bukan karena berbahaya.
    tanya lagi : Jadi yang di HOTEL bisa pak ?
    Polish : YA.
    Tak percaya… nontonlah TV

  2. sertifikasi Halal, bukan seperti itu pak. bukan cuma sekedar selembar kertas izin yang dikeluarkan oleh MUI

    kalau bapak memahami sistem sertifikasi ISO 9001 atau ISO 14001 yang biasa di terapkan oleh perusahaan multinasional. sistem sertifikasi ISO ini melakukan audit dari bahan baku, proses sampai dengan hasil bahkan sampai dengan pembuangan limbah (disposal).

    sama juga dengan sertifikasi Halal ini, MUI akan melakukan audit transparan. kepada perusahaan yang akan di sertifikasi HALAL. dari pemilihan bahan, pengolahan bahan sampai dengan penyajian makanan / minuman kepada customer.

  3. saya tidak setuju kalau dikatakan non-muslim tidak mempermasalahkan makanan yang dimakannya. Emang siapa yang mau makan daging sapi dari sapi yang sakit!
    saran saya buat MUI untuk JUGA mengharamkan penggunaan vetsin didalam masakan.

  4. Saya mau tanya,kira kira bagaimana cara mengurus,lamanyadan beayanya setifikat HALAL, trims

  5. Pak Dewa, saya setuju saja jika MUI mengharamkan penggunaan vetsin dalam makanan. tapi jika di dalam vetsin di temukan zat / bahan yang beracun / dapat merusak tubuh manusia. memang dalam islam, di ajarkan kepada pemeluknya untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal juga baik. halal cara mengolahnya, halal mendapatkannya. sedangkan baik, tidak merusak tubuh yang mengkonsumsi nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: