Pertamina Plumpang, Sunter Agung, Wisma Bakeri Rasuna Said, terus mana lagi…?

Kebakaran di Pertamina Plumpang (18/01/09) belum padam. Ternyata terjadi kebakaran lagi di wilayah pemukiman Sunter, kira-kira tengah malam (19/01/09). Dan tadi pagi (20/01/09) gue dengar di radio telah terjadi kebakaran lagi di jalan Rasuna Said. Sebuah gedung wisma Bakrie terbakar, di lantai 20.

Tugas pemadam kebakaran (PMK) di wilayah DKI Jakarta seakan gak ada abis nya. Seperti yang tergambar dalam film ‘Si Jago Merah’ yang di bintangi oleh Ringgo Agus, dan kawan-kawan. Dalam tulisan ini, gue gak ingin menjelaskan detail tentang film si Agus dan kawan-kawan. Karena gue juga belom nonton film tersebut..:mrgreen:

Dalam tulisan ini, gue ingin menjelaskan ternyata tugas PMK itu ribet dan tidak seperti yang orang bilang. Kalau terjadi kebakaran, pasti orang akan menyalahkan PMK. misalnya, “wah.. pemadam nya gak profesional sih. jadi nya api nya gak padam tuh..” atau “lelet banget sih datengnya, pemadam..
Kalau ada pertanyaan seperti ini, “pernah gak anda sadari, kalau tugas memadamkan api ini bukan tugas PMK saja…
Pasti jawabannya adalah, “iya kami warga sini pasti membantu PMK kok, buat madamin api..
Ini lah yang selama ini terjadi, masyarakat ikut membantu memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Hal ini justru sangat membahayakan masyarakat dan juga memyulitkan kerja PMK.

Kalau masyarakat mau membantu kerja PMK dalam memadamkan kebakaran. Cara nya adalah, pertama ketika terjadi kebakaran. Segera hubungi PMK, jika PMK belum datang lakukan pemadaman menggunakan APAR (alat pemadam api ringan). Ingat pemadaman menggunakan APAR hanya efektif dalam 3 menit. Jika dalam 3 menit api tidak padam, segera tinggalkan area yang terbakar. Pemadaman api menjadi tugas dari PMK, bukan tugas anda lagi.🙂

Kedua adalah, jangan pernah meninggalkan rumah dalam keadaan berpotensi kebakaran. Misalnya, meninggalkan rumah dengan kondisi kompor masih menyala, listrik dengan steker (colokan) yang berlebihan.

Begitu juga sebalum tidur malam, usahakan kabel listrik tivi, radio, komputer sudah dimatikan. Sehingga tidak berpotensi menyebabkan kebakaran.

Ketiga, untuk rumah tangga dan gedung bertingkat. Untuk rumah tangga, sebaiknya dipasangkan APAR ukuran 1 kg. jadi kalau terjadi kebakaran kecil, bisa langsung padamkan api menggunakan APAR tersebut. 8)

Sebaiknya APAR yang di beli dan dipasang adalah APAR jenis ABC. Maksudnya APAR jenis ABC apaan sih? Berikut adalah penjelasannya, APAR jenis A, untuk kebakaran yang disebabkan kayu, kertas, kain, dll. Intinya kebakaran yang menghasilkan abu. Sedangkan APAR jenis B utuk kebakaren yang diakibatkan oleh cairan yang mudah terbakar, seperti bensin, minyak tanah, dan gas. Sedangkan APAR jenis C, adalah untuk kebakaran yang disebabkan oleh listrik.

Jadi apakah APAR jenis ABC cocok untuk di pasang di rumah anda?🙂

Untuk gedung bertingkat, terutama untuk gedung berlantai 3 keatas. Wajib di pasangkan sprinkler sebagai upaya perlindungan dari kebakaran. Selain pemasangan APAR dan hydrant. apakah sprinkler itu? berikut penjelasannya, menurut Safety Guide Book sistem sprinker ini terdiri dari beberapa pipa gantung yang dilengkapi dengan head sprinkler. Masing-masing dari head sprinkler ditutup oleh sekat yang berupa tabung gelas dimana di dalamnya terdapat cairan yang peka terhadap panas. Bila temperatur di dalam ruangan meningkat melebihi batas toleransi yang ditetapkan maka cairan tersebut akan memuai dan memecahkan tabung gelas tersebut dan air akan keluar dari pipa. Keuntungan dari sistem ini yaitu hanya beroperasi di daerah yang terjadi kebakaran dan dengan cepat dapat memadamkan api sekaligus melindungi struktur dan isi bangunan dengan efektif.

Sangat simple dan efektif, tapi hanya memadamkan kebakaran di area tersebut saja. Jadi selain dipasangkan sprinkler, harus juga dipasangkan APAR dan hydrant.

APAR yang terpasang di gedung-gedung sering tidak sesuai dengan peraturan. Dalam peraturan pemasangan APAR di gedung, tinggi maksimal APAR adalah 1 meter dari permukaan lantai. kenyataan nya banyak APAR yang dipasang dengan tinggi lebih dari 1 meter.

Dapat anda bayangkan kalau si Rudi dengan TB / BB 160 cm / 40 kg. Tidak akan mampu mengambil APAR tersebut jika terjadi kebakaran. kalau sudah begini, si Rudi bisa jadi korban kebakaran…😦

Selain pemasangan APAR, hydrant dan sprinkler. Hal yang paling penting adalah pemeriksaan berkala. Aspek yang dilihat dalam pemeriksaan berkala adalah, tekanan APAR, pengisian ulang isi APAR, dan tekanan air dalam hydrant.

Alangkah berbahayanya jika terjadi kebakaran, APAR yang akan di gunakan tidak bertekanan dan isi nya belum di isi ulang, atau hydrant tidak berisi air.

semoga bermanfaat…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: