Razia Preman atau Petrus…?

Minggu – minggu ini Polri mencanangkan ‘perang’ terhadap premanisme. Hal itu terlihat dengan beberapa ‘preman’ yang biasa mangkal di terminal bus dan tempat umum ditangkap. Apakah ‘perang’ tersebut efektif? Atau malah membuat preman tidak takut kepada Polri?

Tapi buat gue, ‘perang’ Polri itu tidak efektif. Kalau cara yang digunakan hanya menanyakan KTP (kartu tanda penduduk) kepada orang-orang yang sedang ‘nongkrong’ di terminal atau stasiun. Atau menangkapi orang-orang yang bertato atau terlihat ‘dekil’.

gue rasa semua orang juga akan berfikiran yang sama. Kalau cara yang dipakai masih cara seperti tadi. Tapi ternyata dugaan gw salah. Seorang kawan, mengirimkan email ke gue. Email itu berisi nomor-nomor penting yang dapat di hubungi ketika, kita atau anda menjadi korban premanisme. Nomor ‘ajaib’ itu adalah nomor handphone Polres dan Polsek yang terdapat di Jakarta dan sekitarnya. Termasuk juga nomor Polda di beberapa daerah di Indonesia.

Awalnya kala menerima email itu dan membacanya. Gue pikir ini adalah email hoax atau spam. sempat terpikir untuk men delete email tadi. Tapi pas gue lihat siapa pengirim email itu, gue percaya kalo kawan gue ini gak mungkin boong.:mrgreen:

Akhirnya gue putuskan untuk menyimpan nomor ‘ajaib’ itu di hape gue. Dari pada gue teriak – teriak panggil Bang Toyib, mendingan gue telpon aja tuh Kabareskrim Polri. Kalo gue di todong preman, begitu lah pikiran gue kala hendak men save nomor itu.

Ternyata razia preman itu belom efektif dan efesien. lho, kenapa kok gitu?🙄

Ceritanya begini, pada suatu siang. Ogut berangkat dari kantor ogut buat bersantap siang. Karena ogut pengen suasana yang lebih asyik, berangkat lah ogut ke Giant Lebak Bulus. Usai bersantap siang, ogut berniat kembali ke kantor. Biar lebih simple ogut, naik kendaraan umum tuk menuju kantor. Karena angkot wajib hukumnya lapor ke terminal, maka angkot yang ogut sewa juga melakukan hal yang sama.

Sambil terus melirik ke jam tangan ogut, karena angkotnya jalannya pelan banget dan suka berhenti. sampe di ujung jalan terminal, tiba-tiba datang seorang oknum DLAJR yang langsung meminta uang kepada abang angkot. Sambil menggerutu kesal, si abang angkot memberikan uang yang diminta oleh oknum tadi. Memang gak banyak sih cuma, Rp. 1000 (seribu rupiah). Hare gene uang seribu, buat apaan sih. Itu kata ogut, tapi buat si abang angkot?

Abang Angkot : tiap hari minta seribu mulu…
Gue : tiap hari bang? berapa mobil yang di minta in?
Abang Angkot : ya semua nya aja yang ada di sini.

Gue dengan oon nya bertanya,

Gue : Itu resmi gak bang..
Abang Angkot : ya nggak lah mas, yang resmi sih ada.
Gue : oooo..:mrgreen: lumayan dong bang, sehari seribu, kalo di kali in sepuluh, jadi sepuluh ribu. kalo sebulan udah tiga ratus ribu, itu kalo sepuluh mobil. kalo ada seratus mobil? tiga juta dong sebulan…🙄

Enak banget ya kerja kayak gitu. Gak perlu mikir, gak perlu datang pagi, cuma perlu pake seragam aja. Trus takut-takutin deh rakyat kecil. dapet duitnya gede lagi..:mrgreen:

Seharusnya ‘oknum’ tukang palak kayak gitu di petrus aja. Inget petrus gak? Itu lho, penembakan misterius yang sempet santer di jaman Mbah Harto.

Biasanya korban petrus adalah bromocorah atau preman. Kok bisa ketahuan? dulu yang pake tato di badannya di cap sebagai preman. kalo sekarang pake tato, buat gaya-gayaan.

Cara petrus yang efektif, biasanya ‘korban’ yang akan di petrus di culik dulu, atau di ajak ke satu tempat. Penculikan bisa dilakukan di pagi hari, siang hari atau malam hari. Kemudian tunggu keesokan harinya. Apakah ditemukan mayat bertato di pinggiran jalan atau dalam selokan? Kalo ada, berarti petrus kali ini berhasil dilaksanakan.:mrgreen: kerenkan..

Dulu sangkin sering nya banyak bromocorah yang terbunuh. Iwan Fals menuliskan sebuah lagu, tuk mengenang peristiwa petrus itu. “Senandung isteri bromocorah”, demikian judul lagu Bang Iwan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: