Amrozy VS Tibo… who the real terrorist?

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… kata-kata itu yang terlupa terucap dari mulut ku. ketika mendengar berita di Ahad pagi tentang pelaksanaan eksekusi mati Amrozy dan kawan-kawan. sebagai seorang muslim yang mendengar musibah, sudah seharusnya aku mengucapkan kalimat ‘innalilahi wa inna ilaihi rojiun..’

Penantian selama 6 (enam) tahun itu berakhir (2002 – 2006). Ahad (9/11) pukul 00.15, Amrozy dan kawan-kawan di eksekusi mati oleh tim Brimob Polri di lembah Nirbaya, dua kilometer dari LP Nusakambangan Cilacap. Penantian keluarga korban bom Bali I dan keluarga Amrozy berakhir sudah.

Amrozy yang selama ini di anggap ‘monster’ yang sangat menakutkan oleh media. Ternyata di sambut layaknya pahlawan di kampung halamannya. Gambaran itu yang terekam ketika aku melihat berita tentang penerimaan jenazah Amrozy di Lamongan (kampung halamannya). ribuan orang berkumpul dan mengiringi keranda yang berisi jenazah Amrozy menuju alam baka. ribuan orang juga menyolatkan jenazah Amrozy.

Perlakuan tidak jauh berbeda di berikan kepada jenazah Abdul Aziz atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Samudra. Ketika helikopter yang membawa jenazah Imam Samudra tiba, dan membawa jenazahnya ke rumah isterinya di Serang. Ribuan orang juga menyambut kedatangan jenazahnya. Layaknya pahlawan yang pulang dari medan laga, jenazah Imam Samudra di elu-elukan.

Sedangkan pada waktu yang hampir bersamaan, di Ground Zero (lokasi bom Bali I) ribuan orang korban bom Bali I. Melakukan doa bersama, untuk mendoakan arwah Amrozy dkk agar di terima di sisi Tuhan. Mungkin juga mereka mendoakan agar kawan-kawan Amrozy tidak melakukan balas dendam akibat di eksekusi nya Amrozy. Karena setelah berita eksekusi Amrozy, kedutaan Australia di Jakarta menerima teror bom via sms.

Satu hari sudah berlalu usai eksekusi mati tersebut. Ketakutan akan teror balas dendam tidak terbukti. Yang terjadi hanyalah teror palsu via telpon atau sms. masih jelas terbayang dalam ingatan ku, kala eksekusi mati di laksanakan untuk Tibo CS. Para pelaku kerusuhan Poso yang menewaskan santri Ponpes Wali Songo Poso.

usai eksekusi terhadap Tibo CS, pada 22 September 2006 kerusuhan langsung terjadi, Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua dan rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, NTT, menjadi sasaran amuk massa yang memprotes eksekusi Tibo Cs, yang dilaksanakan dini hari. Ribuan warga Atambua mengamuk merusak kantor Kejari Atambua di Jalan Timor Raya, Kota Atambua, Nusa Tenggara Timur, pukul 08.00 WITA. untuk berita lengkap klik disini.

Pertanyaannya sekarang siapakah yang benar-benar terorisme? Apakah Tibo CS yang ketika akan dieksekusi ada campur tangan asing (Vatikan) dan usai eksekusi terjadi kerusuhan atau Amrozy dkk yang ketika dieksekusi tidak ada campur tangan asing?

2 Tanggapan to “Amrozy VS Tibo… who the real terrorist?”

  1. Pria janten Says:

    Tibo cs döng, mas…orang mereka ngebantainya pake nyembelih2 leher orang gitu ko…yg saya heran, kenapa hampir di semua daerah mayoritas kristen d indonesia, umat islam sering dibantai. Padahal jikalau umat kristen yg minoritas, maka umat islam akan bertenggang rasa terhadap mreka

  2. Pria janten Says:

    Pernah ada idul fitri berdarah di ambon, tapi tidak ada natal berdarah kan? Kita sebagai umat islam secara tidak sadar sedang dibantai dengan terencana. Maka, lawanlah dengan perang opini dan ilmu…smoga damai slalu, sahabatku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: