asa di ujung senja

gw mengenal nya di tempat yang paling anti gw datangi ketika masih kuliah di kampus depok. ‘ya iya lah.. emang dimana lagi kampus gw??’ disaat genting menjelang akhir pendudukan gw dikampus itu.

‘kampus perjuangan rakyat’ itulah sebutan keren buat kampus gw. tapi kenyataannya jauh berbeda, mungkin sebutan keren itu layak sebagai sebutan romantisme tuk kampus yang udah gak produktif lagi dalam mewarnai pergerakan di negeri ini.

sosok berjilbab pink itu memaksa mata gw untuk terus memandangnya. siapa sangka, ternyata di dalam gedung perpustakaan ada sosok imut nan lucu. sosok jilbab pink itu, menyadarkan gw kalo tidak selamanya cewek berjilbab itu kuper. ‘ternyata ada juga yang cakep dan imut..’ kata gw dalam hati.

tanpa disangka ternyata gadis berjilbab itu kenal dekat dengan kawan gw, yang selama ini gw anggap gak gaul. dan usut punya usut, mereka sekelas. dengan hati yang rada dongkol, karena merasa tersaingi. gw katakan ke kawan gw itu. ‘pantesan aja gw gak kenal, lha dia kuliah pagi. gw kan anak sore…’

tapi dasar gw, yang gak punya ke’malu’an (maksudnya rasa malu). walau udah kalah saing, tetap aja gw minta no hape gadis berjilbab itu ke kawan gw.

sambil memandang penuh kemenangan, kawan gw akhirnya memberikan no hape gadis tadi ke gw. dengan sejuta petuah, ‘bro.. dia itu anak baek-baek. tolong jangan lo kerjain ya, kasihan kalo lo kerjain..’

dengan rada dongkol, gw jawab petuah kawan gw itu. ‘buset.. emang gw ini siapa? seenaknya aja memberikan petuah ke orang’. ‘kan gw tau siapa elo bro..’ simple aja jawaban kawan gw itu.. dengan sedikit usaha tuk meyakinkan catur, akhirnya dapat juga no gadis berjilbab itu. ternyata namanya vika rahman.

malam mulai menanjak, meninggalkan petang di belakangnya. jangkrik mulai keluar dari sarangnya, burung-burung kembali ke sarangnya. seorang anak manusia mulai melancarkan aksi ‘mutem nya’ (muka tembok) dengan mulai sms ke gadis berjilbab yang siang tadi dilihatnya.

‘assalamualaikum, ini vika ya.. boleh kenalan gak?’ sms dikirim.. sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, lima.. bep-bep-bep.. sms diterima..

‘waalaikumsalam, boleh aja. ini siapa?’ asyik.. ada balasan dari si jilbab pink. ‘ini adri anak 2001, sekarang lagi kul ekstensi sore. yang tadi siang di perpustakaan’. ku balas sms nya, dengan senyuman termanis di wajah ku. ‘yang tadi bareng catur ya? salam kenal ya..’ jawab si jilbab pink.

sms antara gw dan vika terus berlanjut. walau kami belum bertatap muka, karena kampus lagi libur panjang. akhirnya liburan pun usai, saatnya mahasiswa tuk kembali ke kandangnya.

begitu juga dengan gw, sejuta harap berkumpul di hati gw. senyum termanis selalu tergambar di wajah guanteng gw. karena hari ini, gw dan vika janji akan bertatap wajah. untuk yang pertama kali nya. karena setelah pertemuan di perpustakaan itu, kami belum berjumpa. sebenarnya kami bisa saja bertemu selain dikampus, tapi vika sedikit malas untuk keluar rumah.

lobby kampus menjadi tempat biasa vika dan kawan-kawannya berkumpul. ‘akhirnya gw bisa menatap wajah imutnya, walau dari jauh’ gumam gw dalam hati. maklum geng cewek nya vika sangat anti dengan mahluk bernama laki-laki. vika yang saat itu mengenakan jilbab biru muda, terlihat begitu cantik. dipadu dengan kaos lengan panjang dan celana jeans biru.

dengan teknologi terbaru yaitu sms. gw ajak dia tuk menjauh dari kumpulan kawan-kawannya. usaha gw pun berhasil, vika memilih tuk bertemu di kantin kampus. di meja paling pojok, kami pun duduk behadapan dengan sedikit malu-malu, kami saling memandang. dan sepakat untuk bertemu lagi esok hari di perpustakaan.

sebulan berlalu dengan lancar dan berbunga. karena tiap hari selalu indah buat gw, yang sedang mewarnai hari gw dengan senyuman vika. bulan kedua, rasanya ada yang kurang kalo gw gak sms vika. bulan ketiga, kayaknya gw harus jujur ke vika tentang perasaan gw. tapi semua orang juga tahu, kalo vika adalah gadis yang ‘dingin’ terhadap mahluk yang bernama cowok. sedangkan gw, adalah cowok paling playboy di kampus ini.

akhirnya gw memilih tuk memendam perasaan yang ada dan meluangkan pikiran gw ke hal lain. gw pun memilih tuk jalan-jalan ke bandung tuk melepaskan lelah pikiran gw. kesalahan yang gw lakukan adalah, gw tidak memberi tahukan vika tentang kepergian gw ke bandung.

semua terjadi begitu cepat, sepulang dari bandung. sikap vika berubah 180 derajat kepada gw. kalo dulu vika begitu hangat menyambut gw, sekarang sms saja sering tidak dibalasnya. gw memang pernah menanyakan perihal tersebut kepadanya. namun, vika selalu menjawab, ‘lagi gak mood aja buat bercanda-canda..’

bercanda-canda? gw gak ngerti dengan apa yang terjadi pada vika. tapi gw usahakan tuk sabar dan tetap menghampirinya. sampai pada akhirnya, vika mengabarkan gw via sms, “kalo dia bukanlah wanita yang tepat untuk gw..?” ada apa ini, gw semakin tidak mengerti.

vika semakin sulit untuk ditemui, sms dan telp gw tidak pernah mendapat respon dari vika. ku coba tuk menemuinya di kampus atau rumah tidak mendapatkan hasil. vika yang dulu selalu mengisi hari-hari gw, sekarang hilang bak di telan ikan paus (emangnya nabi Yunus). akhirnya dengan sedikit memaksa tuk bertemu, vika menyetujui tuk bertemu dengan gw.

dengan sedikit terisak, vika mencoba menjelaskan semua misteri yang terjadi. gw cuma bisa termanggu, ketika vika menjelaskan semua akar masalah nya. ternyata vika sudah akan dijodohkan oleh orang tuanya. dan dia sudah menolak untuk kesekian kalinya, finalnya adalah ketika ayah vika sakit keras, dan beliau meminta vika tuk segera menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya.

gw sadar, gw gak mungkin nikah dengan vika saat ini. skripsi gw masih dalam bentuk draft. wisuda saja, masih di angan-angan. apalagi harus memberikan nafkah. kepala gw serasa berputar cepat, semakin cepat dan mata gw mulai merah dan panas. ‘kapan pernikahan itu akan dilaksanakan?’ cuma itu kata yang muncul dari bibir gw. ‘tapi andry relakan, vika menikah?’ tanpa menjawab pertanyaan gw, vika bertanya. ‘iya, adri ikhlas kamu menikah’, hanya itu jawab ku.

enam bulan berlalu, setelah pertemuan itu. beep-beep-beep, sms diterima.. ‘dengan kerendahan hati, kami mengundang kehadiran saudara di resepsi pernikahan kami. yang akan dilaksanakan pada hari, sabtu tanggal, 3 maret 2008, pukul 19.00 s/d 21.00, di gedung departemen luar negeri RI. sms ini juga berupa undangan, kami harapkan kehadiran saudara. -rizky & vika-.

gw siapkan hati buat mendatangi acara resepsi pernikahan vika. beberapa kawan geng vika terlihat dalam acara resepsi itu. beberapa dari mereka menyapa usil, ‘sendirian aja nih, pasangannya mana? atau pasangannya yang ada di pelaminan..’ sapaan mereka ku jawab dengan senyum getir. setelah bersalaman dengan pengantin dan mengucapkan kata terakhir untuk vika, gw coba tuk tetap tegar.

dua bulan setelah pernikahan vika, gw kembali sibuk dengan kerjaan gw dikantor. usai wisuda dan ditinggalkan oleh vika, gw memilih tuk meyibukkan diri dalam dunia kerja. inilah salah satu cara gw melupakan vika yang mungkin sudah bahagia dalam pernikahannya.

malam itu, gw kembali ke rumah. usai menghabiskan waktu seharian dalam rutinitas kerja yang tidak ada abisnya. penat dan letih, itu yang gw rasakan. usai makan malam dan mandi, hal yang ingin gw lakukan adalah segera berbaring di tempat tidur. istirahat adalah hal yang ingin gw lakukan sekarang.

ketika mata gw mulai menutup dan imajinasi gw melayanng, entah kemana. tiba-tiba, hape gw berbunyi. gw kembali terbangun, oh ada sms. dengan sedikit malas, gw buka sms yang ada di hape gw. tanpa gw sangka,ternyata sms itu dari vika.

isi sms nya membuat gw terkejut, ‘apakah masih tersisa cinta yang dulu?’ simple aja. gw yakin ini pasti vika salah kirim. segera gw tekan tombol call di hape gw, tuk menghubungi vika dan menkonfirmasikan tentang sms itu. ternyata benar, sms itu adalah sms vika buat gw.

vika sedang ada masalah dengan suaminya. ia tidak menyangka kalau suaminya tidak seperti ketika mereka berkenalan dulu. dan vika merasa ingin bercerai dari suaminya. setan👿 dalam kepala gw tertawa terbahak-bahak😆 ‘ini kesempatan bagus bro..’ demikian kata setan itu.
‘lo tikung aja, mumpung dia lagi mau bercerai, kapan lagi ada kesempatan kayak gini’ setan itu terus memotivasi gw.

tapi hati gw, sudah mengikhlaskan vika tuk menikah. walau apapun resiko nya. setelah mendengarkan semua keluhan vika, gw coba tuk memberikan saran kepadanya. kalau pernikahan itu adalah bukan permainan, bukan layaknya remaja pacaran. kalau sudah tidak cocok, bisa putus. gw cuma minta vika tuk sabar, mungkin ini adalah cobaan dari Allah Swt, kepada hambanya.

akhirnya vika pun sadar, dan memilih tuk tetap menjalankan mahligai rumah tangganya. gw kembali tersenyum, walau asa itu ada di ujung senja. tapi gw tetap ikhlas menerimanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: