kejar mimpi atau kejar bus kota?

ini adalah posting pertama gue di bulan ramadhan 142 ini (sorry gue lupa sekarang ini ramadahan tahun kapan? ya). setelah empat hari berpuasa dan sudah tiga hari puasa tanpa sahur, termasuk pagi ini.

nggak tau kenapa beberapa hari terakhir ini gue selalu terbangun setelah adzan subuh meneriakkan kuping ini. yang ketika sadar dari pingsan sesaatnya gue udah terlambat untuk sahur. ya.. lewat lagi deh, sahur pagi ini. paling gue bisa berkata demikian.

bangun tidur ku terus sholat subuh, tidak lupa berwudhu…. abis subuh ku tidur lagi, dan tak lupa pakai selimut…

akhirnya dengan sisa tenaga dari buka puasa semalam, gue bangkit dari tempat tidur tercinta. meninggalkan kisah indah semalam bersamanya. langsung menuju kamar mandi, tuk membersihkan tubuh yang penuh noda dan peluh ini. samar-samar mentari pagi menatap muka gue dengan tajam, maklum udah hampir jam 7 pagi.

usai bercengkarama dengan air dan sabun di dalam wadah pembersihan raga. bergerak lah raga ini tuk melengkapi ritual pagi sebelum berangkat ke peraduan pagi. dengan sedikit tergesa-gesa, kelar juga ritual pagi ini. dengan mengucapkan “bismillah” berangkat lah gue ke perjalanan panjang yang membosankan.

tiba di ujung jalan, bergerak lah gue menuju pinggir jalan tuk menanti bus kota yang lewat. setelah lama menuggu, muncul juga bus itu dengan penumpang yang bergelantungan layaknya monyet. usai mengangkat tangan tuk memberhentikan bus kota yang lewat, segeralah gue naik ke bus kota yang sudah sarat dengan penumpang. sedikit usaha akhirnya dapat juga posisi yang nyaman dalam bus kota yang reot ini.

sebenarnya perjalanan pagi ini tidak terlalu buruk, karena gue berangkat lebih pagi. namun hal yang membuat tidak nyaman adalah, ketika gue harus berpindah dari satu bus ke bus lain. dan bus menuju perjalanan selanjutnya selalu penuh dengan sejuta macam manusia. dengan jutaan perilaku. tapi mau nggak mau gue harus naik bus sialan itu, karena bus sialan itu via tol.

akhirnya gue tiba di lampu merah untuk menunggu bus sialan itu. jarak tubuh gue dengan bus kota sialan itu, kira-kira 500 m. dan bus kota sialan itu udah bergerak perlahan menuju pintu tol. dengan sedikit pesimis dan ragu. gue coba tuk berusaha mengejar mimpi gue, ikut dalam rombongan bus kota sialan itu. walau perut sedikit keroncongan, karena gak makan sahur. tetep gue kejar tuh bus kota sialan. alhamulillah, tangan gue bisa menggapai pintu bus kota itu. segeralah gue naik.

eh, ternyata di ujung jalan menuju pintu tol telah berdiri dengan manis, pak polisi yang sedang bertugas. untung gue bisa segera masuk ke bus itu, kalo nggak bisa kena tilang deh tuh bus. kalo kena tilang, tambah lama lagi gue berangkat.

dengan rasa percaya diri, marilah kita bermimpi dan kejar mimpi itu.
-buat jilbab putih yang angkuh, tunggu gue ya tuk menggapai loe-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: