brain errot, eh.. brain error

She’s gone,
Out of my life.
Oh, she’s gone.
I find it so hard to go on.
I really miss that girl, my love.

Come back into my arms.
I’m so alone,
I’m begging you,
I’m down on my knees.
Forgive me, girl.

lagu dari steelheart mengalir di otak gw. seakan mengerti maksud dan tujuan kedatangan kami, yaitu untuk melamar anak Bapak yang bernama…

eh, kok jadi begini ya. siapa yang mau ngelamar anak orang. kerja aja belom beres kok udah main lamar – lamar aja. yach, maklum lah kalo otak udah lelah berkelana mencari oase tuk menghapus dahaga jadinya suka error. jadi ini bukan human error, tapi brain errot. eh, maksud gw, brain error.

entah apa salah ku, apalah dosa ku.. mengapa kamu begitu ringannya melangkah bersama nya. brain error ini bermula, ketika gw melihat dia si “penghibur ketika lara tiba” berlalu bersama nya. seakaan memakai kacamata kuda produk terbaru, keluaran gang Panjul jalan Cinere, dia si “penghibur ketika lara tiba” tidak mengenal diri ini lagi. entah rumus pelet dari dukun mana yang bisa membutakan nya.

cantiiiiiq… cantiiiiq… ku coba memanggil nya.

ternyata usaha ku tuk memanggilnya bangkrut, gulung tikar akibat di gusur trantib dan banyaknya pelanggan yang tidak membayar hutang. lho.. kok jadi kayak gini? ternyata masih brain error.
si “penghibur ketika lara tiba” nggak mau menoleh sekilas, walau pun orang di sekitarnya udah menatap dengan sangat jijik kepada gue.

akhirnya gw pun mengalah dan memilih tuk mengingat masa lalu kami yang suram. ku coba tuk memahami nya, si “penghibur ketika lara tiba” memang pernah meminta ku tuk memahami nya.

si “PKLT” : “kitong sayang.. tolong ya kamu ngertiin aku. aku tuh sibuk banget..”
Kitong : “ok.. baik sekarang mau kamu gimana sayang”
Kitong : apakah kamu mau kita jalan dulu masing – masing?

sambil merenung dan terdiam si “PKLT” mencoba mengutarakan isi hatinya.

si “PKLT” : tong.. tolong kamu ngerti in aku ya..
si “PKLT” : aku mau dijodohin ama orang tua ku… dan jadwal pernikahan aku tinggal sebulan lagi.

sambil menangis, si PKLT berlalu dan terus berlalu. seakan lupa bahwa diri ini sedang tertinju oleh palu godam yang sangat besar. ketika mendengar kata – kata indah yang melucur dari mulut mungil nya dan kata-kata itu tanpa izin langusung masuk ke hati gue yang terdalam. sakiit banget rasanya, tapi ini kenyataan yang harus gue hadapi.

seminggu lagi tanggal pernikahan si “penghibur ketika lara tiba” dan si “anak monyet”. jantung, ginjal dan paru-paru dalam tubuh gue mensuppor si hati supaya nggak terlalu sedih. “ini emang udah kehendak tuhan, yang ingin melihat lo lebih kuat”, dengan bijaknya jantung mencoba menghibur. padahal dia juga sudah mulai meneteskan air mata. seolah memahami apa yang terjadi ginjal dan paru-paru juga menundukkan kepalanya, sebagai tanda mengheningkan cipta. sialan siapa juga yang lagi meninggal dunia..

akhirnya datang jugaaaa…. seperti dj wingky yang sedang membawakan acara di tipi swasta. waktu yang terus cekikikan melihat gw yang tertunduk sayu, tuk datang ke acara kondangannya si “penghibur ketika lara tiba” berteriak mencoba untuk mensupport kitong.

Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan
Engkau pecundang muda
Resah mencari cinta
Mengandalkan dompet mu

apa yang sedang gue alami mirip-mirip dengan lagu iwan fals, cuma udah di edit. jadilah single baru dengan judul ‘pecundang muda’. gerutu kitong dalam hati. akhirnya kitong memilih untuk datang ke acara kondangan nya si “PKLT”. setelah berpamitan dengan orang-orang tercinta dan diriingi hujan air mata, berangkatlah kitong menuju tempat kejadian pernikahan.

karena kitong udah lelah untuk berpikir, maka kisah yang sangat sempurna ini kitong tunda sampai matahari terbenam dan terbit kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: