apa kabar PDI Soerjadi?

menjelang 2009 partai – partai peserta pemilu mulai bersiap – siap. baik konsolidasi untuk mengajukan capres dan cawapers, atau konsolidasi kader. ada beberapa partai besar yang selalu menjadi berita dan menjadi bahan perbincangan para pengamat politik. selain partai lama (orba) yang sudah lama bermain di kancah politik negeri ini ada juga pemain baru yang selalu di pantau oleh para pengamat politik.
 
partai tersebut adalah partai banteng gemuk dengan mulut putih. yup.. partai tersebut adalah PDI Perjuangan atau biasa di kenal dengan nama PDIP. sebenarnya apa sih yang menyebabkan partai berlambang banteng dalam lingkaran ini sering menjadi berita? semua karena “prestasi” yang di raih oleh partai ini dalam beberapa pemilu daerah dan pemilu pusat.

di awal pemilu tahun 1999 setelah orba tumbang, PDIP dapat menjadikan Megawati Soekarno Putri menjadi RI 2. padahal pada tahun 1996, PDI Megawati sedang di berantas oleh Orba melalui kongres PDI di Medan. pada kongres PDI tersebut, Soerjadi di daulat menjadi ketua umum PDI, yang seharusnya milik Megawati. puncak dari konflik internal PDI saat itu adalah diserangnya kantor PDI megawati di jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat oleh sekelompok orang pendukung Soerjadi pada 27 Juli 1996. peristiwa tersebut dikenang sebagai Kudatuli (kudeta 27 Juli).

menurut komnas HAM dalam peristiwa berdarah itu, lima tewas, 23 hilang dan 149 luka-luka ringan dan berat. Sejak itulah dari tahun ke tahun peristiwa penyerbuan itu diperingati oleh segenap warga PDIP. namun ketika Megawati menjadi RI 1, kasus ini tidak di buka kembali. pertanyaan sekarang dimanakah Soerjadi sekarang? mengapa Megawati memilih untuk tidak membuka kembali kasus kudatuli tersebut? padahal banyak korban kudatuli yang ingin mengetahui fakta di balik kasus tersebut.

anak singa itu kini menjadi singa dewasa dan PDIP kini siap mengalahkan siapa saja yang mencoba untuk mengalahkanya di pemilu mendatang. hal ini dapat di lihat dari banyak nya pengurus PDIP yang berasal dari kalangan akademik dan juga orang pintar negeri ini. sebagai contoh, ada seorang Budiman Sujatmiko mantan aktivis PRD, ada juga Utut GM catur indonesia dan ada juga Laksamana Sukardi. hal ini semakin menguatkan citra PDIP, karena di awal kelahirannya PDIP sering di kaitkan dengan partai rakyat pinggiran atau partai wong cilik.

apakah semakin banyak orang pintar dalam satu partai akan menyebabkan indonesia menjadi lebih baik? mari kita lihat dalam pemilu 2009 nanti, dari partai manakah RI 1 terpilih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: