-Di ujung peron-

Ketika malam mulai menyelimuti bumi
Dunia kembali gelap gulita
Malam pun tak seindah biasanya
Karena bintang dan rembulan enggan menemani diri ku

Deru kereta di malam itu menyadarkan ku
Di ujung peron itu ku menemani diri mu usai jam kuliah
Walau sedikit memaksa tuk dapat
Lebih dekat dengan mu sang lentera hati ku

Ku sadari kehadiran mu di malam-malam itu
Hanya tuk melenyapkan rasa cemas dalam hati mu
Dan menjadi teman bicara dalam perjalananmu

Stasiun tlah menjadi saksi bisu
Upaya ku mencari celah di hatimu dan meletakkan
Diri ku di tempat terindah dalam hati mu
Adakah tempat tersisa di hati mu
Untuk teman ujung peron mu ini ?

Mungkinkah hati mu akan berpaling ke teman ujung peron mu
Atau apakah ia hanya…… (biarlah hati mu yang menjawabnya?)
Ku tatap dalam –dalam mata mu
Mencoba mencari jawab pasti dalam hati mu?

Mungkinkah deru kereta api dan keheningan peron
Akan memberi jawaban dari semua ini
Biarlah sang waktu mencairkan kebisuan hati mu
Oh…… lentera hati ku

(stasiun pocin 290405)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: