selamat jalan Bpk. H.M. Soeharto

selamat jalan kepada Bapak H.M. Soeharto, semua rakyat indonesia tertunduk lesu, sedih, karena kepergian mu untuk selamanya…. semua media massa, baik elektronik ataupun cetak semua membahas tentang kilas balik diri mu…

semua hampir seragam menceritakan masa lalu mu, semua membuat seakan engkau berjalan diatas permadani merah, permadani kehormatan. mungkin mereka terlupakan, bahwa permadani merah itu terbuat bukan hanya dari untaian benang, namun juga darah dan keringat rakyat ini yang tertindas dan terluka ketika beliau berkuasa…

gw harap semua rakyat indonesia tidak melupakan luka yang tidak mungkin pernah hilang di hati rakyat Aceh yang dulu bernama D.I. Aceh. ketika pemerintahan soeharto berkuasa, banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya, hanya karena orang tuanya dianggap GAM (Gerakan Aceh Merdeka) oleh TNI ketika DOM (Daerah Operasi Militer) di berlakukan di Aceh.

mungkin rakyat indonesia juga lupa, ketika tragedi Tanjung Priok di tahun 1984, ketika Amir Biki mencoba untuk membebaskan rekan-rekannya yang di tahan oleh pihak keamanan, dan mereka dianggap melakukan tindakan represive terhadap aparat, sehingga mereka di tembaki… apakah rakyat negeri ini sudah melupakan kasus petrus (pembunuhan misterius), di waktu itu banyak preman atau yang juga disebut sebagai brocomorah ditemukan tewas dengan tangan terikat dan di tubuhnya ditemukan lobang bekas tembakan peluru dan tidak diketahui siapa pembunuhnya. karena maraknya kasus petrus, maka iwan fals menulis sebuah lagu yang berjudul “senandung isteri brocomorah”.

mari kita putar ingatan kita, bagi masyarakat lampung mungkin masih ingat kasus warsidi atau yang biasa di sebut kasus lampung.

Peristiwa Warsidi Lampung (Sumber Elsam 2002)

Peristiwa ini terjadi di Cihedeung, Dukuh Talangsari III, Desa Rajabasa Lama Kec. Way Jepara Lampung Tengah pada 7 Februari 1989. Kasus pembantaian ini bermula ketika Danramil 41121 Way Jepara Kapten Soetiman menerima sepucuk surat dari Camat Zulkifli Maliki. Isinya; Di Dukuh Cihedeung ada yang melakukan kegiatan mencurigakan dengan kedok pengajian. Laporan dari Kepala Dusun Cihideung, Sukidi, itu kemudian dijadikan oleh Soetiman untuk memanggil tokoh pengajian itu yang bernama Anwar.Soetiman meminta agar Anwar selambat-lambatnya 1 Februari 1989 menghadap. Tapi Anwar menolak. Ia justru malah meminta agar Danramil yang datang ke tempatnya. Merasa ditolak, giliran Zulkifli sang Camat yang memanggil Anwar. Tapi juga tak diindahkan. Anwar malah memanggil Muspika agar datang ke tempatnya. Kemudian pada 5 Februari 1989, sekitar enam pemuda desa Cihideung yang sedang ronda disergap oleh tentara. Saat itu pihak aparat berhasil menyita 61 pucuk anak panah dan ketapel kayu. Sehari setelah itu, Kasdim 0411 Lampung Tengah, Mayor E.O Sinaga, mengajak Soetiman, Zulkifli dan Letkol Hariman S. (Kakansospol) dan beberapa staf CPM ke Cihideung untuk memenuhi undangan Anwar. Ternyata, sesampainya di sana mereka malah dihujani anak panah. Soetiman tewas. Pada hari yang sama, di tempat yang lain, sekelompok orang menyerang Pos Polisi yang menjaga hutan lindung di Gunung Balak. Dua polisi terluka. Kepala Desa Sidorejo, Santoso Arifin dibunuh. Malam harinya sebuah oplet di jalan Sri Bawono disergap gerombolan. Sopir opelet dibunuh dan kernet dilukai. Pratu Budi Waluyo yang kebetulan berada di lokasi itu juga tewas. Maka pada 7 Februari 1989, usai sholat subuh, tiba-tiba terdengan serentetan tembakan. Lalu api menjilat-jilat ke bangsal tempat jamaah Wardisi menginap. Suara tembakan itu disambut dengan takbir,”Allahu akbar….”, berbaur dengan jerit tangis dan histeria. Serangan fajar itu berasal dari empat peleton tentara dan 40 anggota Brimob di pimpin langsung oleh Komandan Korem 043 Garuda Hitam (saat itu) Kolonel A.M. Hendropriyono. Setelah usai suara tembakan itu, jumlah korban versi tentara menyebutkan hanya 27 orang. ‘Berapapun yang tewas, bagi kami itu tetap tragedi kemanusiaan yang tidak bisa didiamkan,” tandas Fikri Yasin Koordinator Komite Smalam, sebuah LSM yang getol memperjuangkan nasib korban pembantaian Lampung.Bahkan, menurut Yasin, pihaknya mendata korban tewas mencapai 246 orang, belum termasuk yang hilang. Dari keseluruhan korban itu, 127 diantaranya perempuan. Kini kasus ini makin kontroversi ketika kubu Hendropriyono menggagas ishlah. Sebagian korban menolak gagasan itu.Tapi sebagian lain mengikuti langkah Hendro untuk melakukan ishlah. Kabar terbaru menyebutkan para korban yang mau ishlah telah mencabut pernyataannya dengan alasan, ”Banyak komitmen Hendro yang diingkari. Makanya kami mencabut ishlah,” kata Wahid salah satu korban yang mencabut ishlah itu. Versi lain mengatakan, peristiwa lampung sendiri meletus setelah tentara merasa gerah dengan gerakan Warsidi di pesantrennya yang berkembang pesat dan hidup secara eksklusif. Merasa wilayahnya terganggu oleh kegiatan mereka, Hendro pun berulah dan membuat keributan yang berakhir dengan pembantaian komunitas Warsidi yang ingin sekedar bisa hidup lebih islami.

peristiwa penculikan aktivis oleh pasukan mawar pada tahun 1998, semanggi I & II, trisakti, penyerangan markas PDI pada 27 juli 1997 atau yang dikenal sebagai Kudatuli.

sudah terlalu banyak korban yang jatuh di era kepempimpinan Soeharto, masih layak kah ia dianggap sebagai pahlawan? biar hati nurani kita yang menjawabnya…

jika kasus pidana korupsi Soeharto tidak dapat di buktikan, bagaimana dengan kasus pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh seorang Soeharto? dalam kasus petrus, soeharto mengakui adanya petrus. apakah ini tidak cukup bukti untuk menjerat seorang soeharto ke meja hijau sebagai penjahat HAM.. seharusnya indonesia mencontoh Kamboja dalam menangkap dan mengadili petinggi Khmer Merah. tapi semua kembali kepada semua rakyat indonesia, sedangkan gw, cuma bisa menonton saja…

Satu Tanggapan to “selamat jalan Bpk. H.M. Soeharto”

  1. Lilik Antono Says:

    he-he-he detail juga mas kompilasi kriminalnya Soeharto. Kebengisan itu tidak mengherankan dan bisa bahkan mungkin akan terus terjadi karena sejak mula bukanya pemerintahan Orba ( mungkin juga samapai sekarang ) memang berpondasi pd darah. Ya, darah saudara-saudara kita, sebangsa dan semanusia, yang dicap pengkhianat als PKI. Jutaan bahkan puluhan juta nyawa mereka tak berarti, seakan bukan sekedar halal untuk dibunuh bahkan mereka wajib untuk dibunuh. Hingga kini apakah bangsa ini masih mempertanyakannya ? No, adem ayem. Lalu, kita bicara Semanggi, Lampung, Trisakti, Aceh, Tj Priok, Petrus ….etc. Bicara dengan hangat sehangat-hangatnya. Pdhal, cobalah simak, berapa persen kadar kekejamannya jika dibandingkan dengan pembantaian 1965. Kalo, Petrus, Semanggi, penculikan, dsb. itu sudah bisa membuat kita bergidik, lha peristiwa ’65 seharusnya membuat kita …. malu bernapas di bumi ini. Maka, sekali lagi, maka …. jangan heran jika terjadi peristiwa berdarah menghiasai negeri ini, karena memang sejak dini dibangun dari limpahan darah, muncratan darah, darah-darah dari luka-luka menganga secara fisik maupun batin. Begitulah, marilah kita angkat topi bagi Bapak Pembangunan kita yang sukses menciptakan bangsa yang berdarah dingin. Jasa-jasanya akan selalu dikenang dan terus- dan terus akan selalau berceceran darah ditanah ibu pertiwi karena kita memang diciptakan sejak kelahirannya untuk serakah darah. Korupsi adalah ( Salah satu ) wujud pengejawantahn dari keserakahan itu, berapa puluh juta anak negeri jadi kere karenanya. Sekali lagi tabik bagi The Smiling General. Dia telah pergi, menemui mereka-mereka yang menjadi korbannya. Apa yang terjadi di sana kita tak tahu, suatu kali kelak kalo kita un sudah ke sana maka baru kita tahu, apa yang akan dilakukan korban-korban itu kepadanya. Yang pasti, kini di dunia fantasi fana kita ini, dirinya masih menjadi Indonesian Idol, Super Papa, meninggalkan sahabat-sahabat setia, pemimpin-pemimpin kharisma dan koor kemunafikan di mana-mana. Bravo Bapak, telah meberi kami luka basah yang tak kunjung sembuh. He he he ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: