tahun baru & dzikir nasional

Malam pergantian tahun 2008 tinggal menunggu waktu, banyak acara dipersiapkan oleh semua orang yang akan menyambutnya.  Ada yang berlibur bersama keluarga, ada yang menuju tempat keramaian seperti monas, ancol, puncak, dll, atau ada yang berencana menghabiskan malam pergantian tahun dengan dzikir.

Tidak ada yang salah dengan semua itu masing-masing orang memiliki rencananya masing-masing. Tapi buat gw ada yang sedikit janggal aja, jika sebagian kaum muslim mengadakan dzikir nasional untuk menyonsong tahun baru dengan harapan agar tahun depan keadaan negeri ini dapat lebih baik. Ini yang jadi pertanyaan oleh gw, kenapa kita harus dzikir pada malam tahun baru? Emang selama ini kemana aja, bukankah dalam kitab suci Al Quran, Allah SWT mengatakan bahwa Allah SWT sangat dekat dengan hambanya. Mengapa kita berdoa, meminta, berzikir, memohon hanya disaat malam tahun baru? Mungkin ada sebagian orang yang berpendapat, daripada malam tahun baru dihabiskan dengan hura-hura, maka sebaiknya dihabiskan dengan dzikir bersama.

Sekali lagi gw bertanya, apakah Rasullullah SAW mengajarkan kita bertahun baru? Merayakan tahun baru bukan budaya Islam, ini adalah budaya orang nasrani. Jika orang nasrani merayakan natal, maka lagu yang sering mereka nyanyikan adalah, “we wish you marry christmas, and happy new years” jelas merayakan tahun baru adalah budaya orang nasrani, bukan dari budaya Islam. Kalau anda perhatikan, orang cina juga tidak merayakan tahun baru masehi, mereka merayakan imlek (tahun baru cina).

Berdasarkan fakta tadi, maka gw mengajak umat Islam Indonesia, janganlah mengikuti budaya non Islam, walaupun kita mengadakan acara yang lain (dzikir nasional), lebih baik kita berdzikir dalam doa-doa  kita dalam sholat tahajjud dikala hening malam.

Allahuakbar…

4 Tanggapan to “tahun baru & dzikir nasional”

  1. Assalamu ‘alaikum saudara penulis..
    Bukan maksud saya tidak sependapat dengan unek2 saudara, tapi ada baiknya anda tidak mempublikasikan unek2 anda yang saya rasa kurang sesuai dengan kaidah Akhlakul Karimah.. Saya tadi malam juga hadir dalam acara tersebut, ustad Arifin Ilham menyatakan bahwa acara dzikir nasional tersebut bukan dirayakan dalam rangka merayakan tahun baru, tapi hanya menggunakan momentum tersebut untuk memanfaatkannya dengan hal2 yang lebih baik. Untuk hal ini Allah dan Rasullulah SAW sangat jelas mengajarkan umat manusia untuk mengisi hari-hari kita dengan kegiatan yang baik.Sekarang jika anda tidak setuju dengan kegiatan dzkir, kegiatan apa yang menurut anda sesuai untuk mengisi momentum tersebut?, sedangkan kita melihat negeri kita ini sepanjang tahun dipenuhi dengan musibah dan bencana, apakah kita harus berdiam diri di rumah dengan rasa egois, bukankah itu merupakan pengkhianatan terhadap terhadap sesama saudara muslim?, Rasulullah SAW bersabda “Al Muslimu Akhul Muslim” Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, Apakah Kita hanya bisa diam?, Sudah berapa besar kita bantu saudara kita yang sedang terkena bencana?,
    Wallahu ‘alam Bishowab…
    Wassalamuaalikum Wr. Wb

  2. waalaikumsalam, wr.wb..
    saya tidak ada maksud untuk menghianati agama saya sendiri, saya sadar kalo Islam adalah Rahmatan Lilalamin. tapi mengapa bangsa ini yang banyak umat Islamnya tapi malah banyak musibah.. semua berawal dari pertanyaan tadi, apa yang salah dengan muslim Indonesia? pernahkah kita (umat Islam) sadari jika Allah SWT menciptakan umat Islam sebagai Khalifah (pemimpin) di bumi? tapi kenyataannya kita umat islam tidak menjadi pemimpin tapi hanya penonton saja. coba kita lihat rusaknya alam ini, sehingga terjadi banjir, tanah longsor.. semua memang karena perbuatan manusia yang berlebih-lebihan. sekarang apakah dengan dzikir akan menyelesaikan masalah? saya tidak bermaksud menghina saudara, namun yang saya inginkan adalah bukti nyata. sebagai contoh lagi, berapa banyak oknum pejabat yang sudah melaksanakan haji, namun korupsi di Indonesia tidak berkurang.. sekali lagi, kita boleh untuk berdoa, meminta kepada Allah SWT, tapi jangan lupa langkah nyata untuk lakukan perubahan. saya teringat kata orang bijak “berdoa tanpa usaha bohong, usaha tanpa doa sombong”. Wallahu’alam Bishowab.. (saya tidak bermaksud cari musuh, hanya ingin berdiskusi)
    Wassalamualaikum

  3. Assalamu ‘alaikum wr.wb.
    Maaf sebelumnya, saya hanya akan menanggapi pernyataan anda”……apakah Rasullullah SAW mengajarkan kita bertahun baru? “. Saya mungkin yang bodoh tentang sejarah & astronomi mungkin, oleh sebab itu saya mengajukan pertanyaan untuk anda : apakah penanggalan masehi (yang dipakai secara internasional ) sudah ada pada jaman Rasullullah SAW? Setahu saya penanggalan itu dibuat pada jaman Romawi.. setelah sekian tahun Rasullullah SAW meninggal dunia. Jadi bagaimana sempat Rasullullah mengajarkan perayaan tahun baru ? Sebaiknya kita nggak perlu terlalu sok suci dan munafik, merasa bahwa yang kita lakukan selalu sesuai dengan tuntunan Rasullullah SAW. Ingatlah kita menghitung gaji kita dengan penanggalan masehi, kita menghitung umur kita dengan penanggalan masehi, kita merayakan ulang tahun kita dengan penggalan masehi, kita menghitung umur anak kita dengan penanggalan masehi, kita menghitung uang kita dengan angka latin (bukan arab) dan masih banyak yang kita lakukan yang sebenarnya tidak mengikuti contoh Rasullulah SAW, tapi apakah kita salah ? Saya percaya Allah Maha Tahu dan Maha Adil demikian juga Rasullulah SAW juga sangat bijaksana. Saya rasa berdoa dan berzikir bisa kapan saja, dimana saja asal dengan hati bersih, suci dan dipersembahkan untuk Allah SWT.
    Saya rasa Allah SWT dan Rasullulah lebih menerima doa dan dzikir kita di malam tahun baru, dari pada sebagian umat islam yang berpuasa tetapi merusak dan memukuli orang ataupun teriakan-teriakan Allah huakbar sambil merusak tempat ibadah sesama umat islam yang menurut kita tidak sejalan ataupu teriakan Allahuakbar sambil membunuh umat manusia yang lain (Rasullulah SAW tidak pernah memberi contoh seperti ini, tetapi dilakukan oleh orang-orang bersorban yang merasa dirinya suci dan tahu soal agama islam)
    Wassalamuaalikum Wr. Wb

  4. terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Berdzikir Membuat Hati Tetram, Benarkah?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html

    (link di atas adalah tulisan ke-1 dr 5 buah link berdzikir membuat hati tentram)

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: