tuk “nyonya” hidung mancung…

terima kasih ku ucapkan untuk mu, nona.. eh, “nyonya” berhidung mancung.. ternyata kamu masih percaya dengan seorang ”bad guy” seperti gw. walau dulu, ketika masih bersama. ”Nyonya” sering berfikiran kalo gw adalah orang yang nggak jelas masa depannya.

ternyata fakta berkata lain, walau ”nyonya” sudah menjadi milik pangeran dari negeri seberang. Namun “nyonya” tetap menoleh kepada gw, saat hati “nyonya” terluka. “Nyonya” menanyakan “komitmen usang” kita. Tenang saja “nyonya” berhidung mancung, semua kenangan dan sisa komitmen kita, sudah gw simpan indah dalam memori terdalam.

Namun sebuah kata terima kasih, terucap dari hati gw yang terdalam. Terima kasih atas kepercayaan yang “nyonya” berikan kepada gw. Ketika semua menutup mata, telinga seakan tak percaya dengan apa yang ”nyonya” rasakan, “nyonya” malah berkeluh kesah kepada gw. terima kasih atas kepercayaan yang “nyonya” berikan kepada gw… semoga pernikahan “nyonya” langgeng..

amin.. :)

 

Tinggalkan Balasan