setelah menunggu selama seminggu, kemarin (23/11) pada pukul 8 malam, akhirnya presiden memberikan pidato keputusan terkait rekomendasi tim pencari fakta (TPF) kasus Pak Bibit Samad Riyanto dan Pak Chandra Hamzah. sebenarnya tim 8 (TPF) telah memberikan hasil penyelidikan mereka kepada presiden jauh sebelum pidato semalam. presiden meminta waktu untuk mempelajari hasil penyelidikan tim yang ia bentuk, yang kemudian memberikan rekomendasi terkait kasus kriminalisasi KPK.
adapun waktu yang di minta oleh presiden adalah selama seminggu. sesuai janji presiden, maka pada tadi malam (23/11) presiden membacakan pidato kepresidenan terkait solusi kasus kriminalisasi KPK. kasus yang menyebabkan citra kepolisian dan kejaksaan RI begitu bobrok, sehingga menyebabkan rasa kepercayaan rakyat kepada dua lembaga itu sangat rendah.
semua pihak menunggu detik-detik pidato kepresidenan, kira-kira solusi apakah yang akan di ucapkan oleh presiden RI. sampai -sampai salah satu stasiun TV swasta membuat acara dengan tajuk kira-kira begini “menerka langkah sang presiden”. detik – detik yang membingungkan itu segera berlalu, presiden berdiri dengan gagah di atas podium kenegaraan. segera memberikan pidato kenegaraan terkait kasus KPK dan polri atau yang lebih di kenal cicak vs buaya.
setelah pidato presiden selesai, bukan solusi yang dapat di rangkumkan oleh para rakyat dan media massa yang meliput acara pidato itu. namun malah kebingungan yang melanda semua orang yang menyaksikan acara tersebut. hingga sampai – sampai presenter tv swasta yang meliput acara itu, cuma bisa berucap ‘kami sedang berusaha mencerna apa yang di ucapkan oleh presiden dalam pidato kenegaraan itu’.
gw yang menonton acara itu juga gak mengerti apa yang di minta oleh presiden terkait solusi kasus KPK dan polri tersebut. Pak Chandra Hamzah selaku wakil ketua KPK non aktif, usai menyaksikan pidato presiden tersebut berusaha menjelaskan kepada media massa yang mewawancarai nya. ada clue yang harus di cermati dari pidato presiden tentang solusi kasus KPK, begitu ucap nya.
tapi ternyata bukan gw dan presenter tv aja yang bingung, semua orang yang menyaksikan pidato kenegaraan semalam di buat bingung oleh ucapan presiden. semua kata yang melucur dari mulut presiden, hanya retorika tanpa makna. dan salah satu account jejaring sosial mengusulkan jika tanggal 23 November di jadikan hari bingung nasional atau HARBINAS.
sebenarnya yang di lakukan oleh presiden semalam adalah pertama, berusaha menjaga citra diri nya supaya tidak buruk di mata rakyat. sehingga ketika ada isyu yang menyatakan bahwa aliran dana bank century mengalir ke partai presiden, dengan tegas presiden menyatakan bahwa itu adalah fitnah. kenapa harus kebakaran jenggot, jika tidak terbukti. ada baiknya presiden membuat TPF lagi untuk kasus dugaan dana bank century yang di isyukan mengalir ke partai milik presiden. kedua, presiden berusaha menjadi seorang negarawan sejati. dengan cara menghindari konflik antara KPK, polri dan kejaksanaan. presiden menyatakan kasus konflik KPK vs polri dapat di selesaikan di luar pengadilan untuk menjaga kestabilitasan negara. pertanyaannya bagaimana status Anggodo Pak? apakah di tahan atau di bebaskan? FYI Pak, Anggodo adalah orang yang menyuap jaksa dan berniat membunuh Pak Chandra Hamzah..














